Marga Naimunte/Naimunthe

Naimunthe/Naimunthe adalah saah satu marga yang umum ditemui di daerah Bilah dan Padang Lawas (Sumatera Timur). Cukup minim sumber yang bisa penulis temukan tentang marga ini. Bahkan jika diletakkan dalam kategorisasi subetnis Batak, Naimunthe/Naimunte kadang disebut masuk subetnis Angkola, kadang Mandailing (selain dari faktor identitas bahwa parameter pembeda Mandailing dan Angkola sendiri tidak begitu jelas).

Tidak hanya dari faktor kemiripan nama marga/pelafalan, beberapa sumber menyebutkan bahwa Naimunthe adalah marga percabangan dari tarombo Munthe Tua, tetapi juga dari pengakuan lisan penyandang marga yang bersangkutan. Konon leluhur Naimunthe adalah keturunan dari Munthe Tua dari sundut kesekian yang merantau turunan Munte ke Padang Lawas menyusur pantai laut hingga daerah Asahan.

Membahas masalah asal-usul suatu marga yang memiliki kompleksitasnya sendiri, terutama kumpulan marga yang berafiliasi atau mengaku cabang dari Munthe. Walaupun secara ilmilah belum dapat diuji kebenarannya, beberapa pinompar Munthe mempunyai semacam sejarah keluarganya yang diceritakan secara turun temurun. Sejarah/asal-usul Munthe yang berasal dari cerita turun-menurun inilah yang akan penulis coba untuk publikasikan.

Berdasarkan Buku Kenangan Marga Munthe yang diterbitkan bertepatan dengan ulang tahun ketiga Forum Komunikasi Marga Munthe Indonesia (FKMMI), diketahui bahwa pada marga Munthe yang ada di Indonesia terdiri dari 9 (sembilan) puak atau daerah. Masing-masing puak atau daerah tersebut adalah:
1. Marga Munthe dari Puak Tongging-Sipitunihuta
2. Marga Ginting Munthe dari Puak Karo
3. Marga Munthe dari Puak Dolok Sanggul
4. Marga Munthe dan Haromunthe dari Puak Toba
5. Marga Naimunthe, Damunthe, dan Dalimunthe dari Puak Angkola dan Mandailing
6. Marga Munthe dan Dalimunthe dari Puak Labuan Batu
7. Marga Saragih Munthe dari Puak Simalungung
8. Marga Munthe dari Puak Gayo Lut dan Luwes Alas
9. Marga Munthe dari Puak Dairi

Puak Angkola-Mandailing pada ringkasnya menyatakan bahwa setidaknya ada 6 (enam) nama keturunan dari Munthe Tua (tidak begitu jelas, apakah anak atau sundut yang kesekian lagi) yang mejadi leluhur mereka yaitu:

  1. Ompu Sangap Di Langit
  2. Pariuk Binu Durian
  3. Baruang Sodoppahon
  4. Baruang Sodungdangon
  5. Jolak Maribu
  6. Si Udan Potir.

Cukup menarik menyimak tarik-menarik tema garis keturunan (ancestorship) antara versi dari Puak Angkola-Mandailing dengan versi dari puak Munthe lainnya. Disebutkan bahwa para pendahulu dari Oppu Jolak Maribu yg terkenal memimpin dalam peperangan melawan kekuasaan Rajendra Cola tahun 1025 M, antara lain dengan petunjuk adanya kisah Candi Sipamutung Padang Lawas yang terbakar dalam peperangan tersebut. Jika menilik historiogragi Si Raja Batak Sendiri (yang dijadikan sebagai leluhur paling awal dari semua marga Batak yang ada menurut versi Toba) hidup pada tahun 1200-an Masehi, maka justru migrasi persebaran marga Munthe awalnya ialah dari daerah Angkola-Mandailing lalu ke Toba, bukan sebaliknya.

Hingga saat ini, belum ada penutur yang otoritatif untuk menjelaskan mana versi kisah yang lebih mendekati peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Penting dicatat bahwa ada arus besar dari marga-marga Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing, Angkola bahkan hingga Singkil (Aceh) yang disebut sebagai masuk ke dalam horong marga Parna di atas menolak disebut sebagai keturunan dari Tuan Sorba Di Julu, dengan demikian juga menolak konsekuensi dari ruhut bongbongsisada lulu anak sisada lulu boru” yang diabadikan dalam Tona Ni Nai Ambaton dan lirik lagu “Parna” tersebut. Argumentasi mereka secara umum disertai dengan historiografi dan studi genealogis yang cukup mendalam. Bahkan, Parna (Pomparan Ni Raja Siambaton/Pomparan Ni Nai Ambaton) sendiri disebut adalah kumpulan marga yang sundut-nya masih di bawah kumpulan yang lebih tinggi lagi, yakni Parsadaan Nai Parnapuran.

 


Sumber:

  1. http://bataktobanews.com/parsiajaran/101/2016/08/20/marga-marga-di-bangso-batak
  2. H.B. Situmorang, Pustaha Ruhut-ruhut ni Adat Batak (BPK Gunung Mulia: Jakarta, 1983)
  3. http://munthe-munthe.blogspot.co.id/2008/12/sejarah-munthe.html
  4. http://tarombobatak.org/parna/
  5. http://budaya-info.blogspot.co.id/2012/08/budaya-batak-dan-silsilah-marga-dari-si.html