Marga Saragi

Saragi (Toba/Samosir) diakui adalah keturunan dari seorang bermarga Saragih (yang berasal dari subetnis Simalungun). Marga Saragih tersebut dikisahkan menjelajah hingga ke daerah Tapanuli Utara karena tersesat dalam perburuannya. Ia tersesat bersama dengan hewan peliharaan kesayangannya Si Huting Parburu (artinya: kucing pemburu). Ia masuk melalui liang deak dan terus bejalan menyusuri pinggiran Danau Toba hingga akhirnya sampai ke daerah yang sekarang disebut Huta Tamba, menikah dengan putri warga setempat. Sebelum ajal menjemputnya, ia masih sempat kembali ke kampung halamannya di Simalungun dan berpesan kepada anak cucunya bahwa leluhur mereka berasal dari Simalungun.

Dari marga Saragi, lahir pula cabang-cabang marga Simalango, Saing, Simarmata, Nadeak, Sidabungke.


Sumber:

  1. https://web.facebook.com/putra.medan.1422
  2. http://domu-ambarita.blogspot.co.id/2008/04/silsilah-atau-tarombo-batak.html
  3. http://bataktobanews.com/parsiajaran/101/2016/08/20/marga-marga-di-bangso-batak
  4. H.B. Situmorang, Pustaha Ruhut-ruhut ni Adat Batak (BPK Gunung Mulia: Jakarta, 1983)