Marga Saragih

Secara etimologis, Saragih berasal dari “simada ragih” dalam bahasa Simalungun, yang mana “ragih” berarti atur, susun, tata, sehingga simada ragih berarti pemilik aturan atau pengatur, penyusun atau pemegang undang-undang.

 

Beberapa versi sumber sejarah menyatakan bahwa leluhur marga Saragih berasal dari Selatan India, yang melakukan perjalanan ke Sumatera Timur ke daerah Aceh, Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara.

 

Akibat desakan suku setempat, mereka kemudian bergerak ke daerah pinggiran Toba dan Samosir.

 

Marga Saragih pertama (Hasusuran-1) itu sendiri muncul saat salah seorang Puanglima (Panglima) dari kerajaan Nagur dijadikan menantu oleh Raja Nagur dan selanjutnya mendirikan satu kerajaan baru di Raya (di sekitar daerah yang kini disebut Pematang Raya, Simalungun).

 

Daftar Raja Kerajaan Raya:

    1. Tuan Si Pinang Sori
    2. Raja Raya, Tuan Lajang Raya
    3. Raja Raya Simbolon (Namanya memakai nama wilayah kerajaannya, sebab tidak
    4. iketahui lagi siapa nama aslinya)
    5. Raja Gukguk
    6. Raja Unduk
    7. Raja Denggat
    8. Raja Minggol
    9. Raja Poso
    10. Raja Nengel
    11. Raja Bolon
    12. Raja Martuah
    13. Raja Raya Tuan Morahkalim
    14. Raja Raya Tuan Jimmahadim, Tuan Huta Dolog
    15. Raja Raya Tuan Rondahaim
    16. Raja Raya Tuan Sumayan (Kapoltakan)
    17. Raja Raya Tuan Gomok (Bajaraya)
    18. Tuan Yan Kaduk Saragih Garingging

 

Genealogi versi Batak Toba mengklaim bahwa marga Saragih dari suku Simalungun berasal dari Samosir (daerah yang dipercayai sebagai asal usul suku Batak Toba) dan termasuk kelompok marga-marga yang disebut Parna (PomparAn ni Raja Nai Ambaton). Selain Saragih, marga dengan sebutan yang mirip yaitu Saragi (tanpa “h”) juga disebut sebagai salah satu marga Parna. Keduanya adalah marga yang berbeda.

Submarga Saragih

Submarga Saragih di Simalungun terbentuk berdasarkan kesepakatan keempat raja simalungun hanya boleh 4 marga di simalungun antara lain Saragih, Damanik, Purba dan Sinaga. Kesepakatan tersebut membuat semua pomparan raja nai ambatan (PARNA) di Simalungun menjadi marga Saragih. Sejak berlakunya kesepakatan itu, dengan demikian PARNA yang berdiam di daerah Simalungun kemudian menggunakan marga Saragih di belakang nama dirinya.

 

Saragih terdiri dari banyak sub-marga, antara lain:

 

  1. Garingging
  2. Damuntei
  3. Sumbayak
  4. Siadari
  5. Siallagan
  6. Sidabalok
  7. Sidabukke
  8. Sidauruk
  9. Sigalingging
  10. Sijabat
  11. Simanihuruk
  12. Simarmata
  13. Sitanggang
  14. Sitio
  15. Napitu
  16. Rumahorbo
  17. Tamba
  18. Tinambunan
  19. Turnip
  20. Nasionggang
  21. Saing
  22. Simbolon
  23. Naibaho

 

Sumber: Wikipedia